Berau | 25 November 2013 (Trip to Derawan, Maratua, Kakaban, Sangalaki, Labuan Cermin)

by - Juni 01, 2017




I'M BACK!
Udah agak lama ga nulis lagi, bukan agak lagi sih tapi emang lama. Cerita beberapa tahun lalu aja belum selesai-selesai (agak cupu sih ini ahahaha). Tapi sebuah pengalaman perjalanan ga akan hilang gitu aja tapi malah jadi kenangan indah dan cerita menarik buat sebagian orang. 

Mungkin kali ini ceritainnya ga detail seperti cerita-cerita saya sebelumnya. Lebih mau share apa yang dirasain aja (padahal mah emang udah agak lupa aja ini).


#THROWBACK_TO_DERAWAN_TRIP_2013

Cerita ulang dikit lagi deh yah tentang perjalanan ini atau kalo mau liat cerita sebelumnya sok atuh di cek aja Balikpapan | Trip to Derawan, Maratua, Kakaban, Sangalaki, Labuan Cermin .

Jadi ini perjalanan pertama setelah saya bekerja saat itu. Yah 2013 baru mulai kerja walaupun masih freelance waktu itu di perusahaan swasta berbasis media (alhamdulillah masih bertahan sampai saat ini). Seperti biasa pergi dengan agak nekat aja berdua sama rekan ngebolang saya Aritha. Sama-sama belum pernah eksplorasi Kalimantan, jadi yah menarik lah buat kita berdua.

Perjalanan yang satu ini sempat agak drama waktu itu saat pemesanan tiket Jakarta - Balikpapan - Berau, karena petugas ticketing waktu itu masih belum yakin rute Berau udah ada di Garuda Indonesia. Sempet juga hampir mau cari jalur lain atau beli tiket pesawat 'tetangga' tapi hmmm tetep ga mau hahahahaha. Berhubung tiket konsesi (jatah keluarga), tetep keukeh kalau memang sudah ada rute ke Berau. Alhasil bener dong memang udah ada rutenya waktu itu. Petugas ticketingnya belum terbiasa dengan rute tersebut. Oke jadi rencana berjalan sesuai yang diinginkan.

Perjalanan ke Berau transit di Balikpapan terlebih dahulu. Di Balikpapan cuma bisa nunggu di bandara karena mau keluar nanggung dan ga tau juga sih mau kemana waktu itu. Jadi ya duduk-duduk aja di salah satu coffee shop di bandara.

Penerbangan dari Balikpapan ke Berau kurang lebih sekitar 1 jam. Yah, berhubung dari Jakarta cukup pagi berangkatnya, jadi masuk pesawat langsung tidur hehehe dan melewatkan pemandangan dari udara. Persiapan untuk melanjutkan perjalanan darat juga nantinya yang akan panjaaaaaanng dan berat juga dilewati.



(Tiba di Berau dan yak seperti pada umumnya foto dulu dengan latar belakang nama bandaranya. Hmm ini saya di tahun 2013, yang sekarang hmm yagitulah)


Keluar Bandar Udara Kalimarau, saya dijemput oleh pihak penginapan di Derawan. Kebetulan saat itu penumpang yang menuju kesana cuma saya dan rekan saya. Jadi ya cukup leluasa di mobilnya.  Perjalanan dari Berau ke pelabuhan untuk nyebrang ke Pulau Derawan cukup lama sekitar  5 - 6 jam. Selama perjalanan kebanyakan pemandangannya perkebunan milik warga dan perkebunan sawit. Kondisi jalanan disana, ya jangan ditanya lagi lah yah, awalnya sih alus-alus aja, abis itu SUPER POKOKNYA! Buat yang mabok darat harus banget bawa obat anti mabok sih, biar ga ngerusak sisa liburannya nanti.



Di Kota Berau dan selama perjalanan, ga banyak yang saya dokumentasikan. Kebanyakan ngobrol-ngobrol sama pihak penginapan abis itu tidur di mobil, bangun tidur ngobrol lagi dan gitu terus aja sampai tiba di pelabuhan. Mulai dari ceritain tentang Kota Jakarta terus gantian mas-nya ceritain Kota Berau, cerita horor ditengah jalan yang bisa dibilang hutan (dan itu rute yang kami lewati hmm), binatang buas yang tiba-tiba suka lewat kalo malem. Seru sih tapi ya jiper juga dengernya hahahahaha. 

Dan beruntung kami tiba di pelabuhan dengan selamat. Walaupun sudah gelap gulita, pemilik penginapan sudah standby untuk jemput kami. Malam-malam pun kami tetap nyebrang ke penginapan, walaupun agak seram tapi percaya aja lah.

Kalau lihat kanan kiri sih ga ada yang bisa dilihat, totally black out. Tapi pas lihat ke langit, keren sih. Bintangnya banyak dan jelas. Ga kayak di Jakarta saat ini. Hembusan angin malam di tengah laut serta kilauan bintang-bintang menjadi awal perjalanan saya untuk eksplorasi Pulau Derawan dan sekitarnya.








You May Also Like

0 comments