Pink Beach | 16 Maret 2013

by - Oktober 07, 2013



Pink beach! yes, ini salah satu keindahan lainnya yang bisa di dapat di kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Dinamakan Pink beach atau pantai merah ini karena pantai ini memiliki pasir yang lembut dan berwarna merah muda, yang diduga berasal dari pecahan karang berwarna merah yang sudah mati. Ada juga yang mengatakan bahwa ini berasal karena adanya hewan mikroskopik bernama foraminifera yang memproduksi warna merah atau pink terang pada terumbu karang. Di dunia terdapat 7 pantai yang memiliki jenis pasir seperti ini, yaitu Pink Beach Harbor Island - Bahamas, Pink Beach -Bermuda, Santa Cruz Island - Filipina,  Sardinia - Itali, Bonaire - Dutch Caribbean Island, Balos Lagoon - Crete, Yunani dan satu lagi di KOMODO NATIONAL PARK - INDONESIA. Untuk menuju pulau ini kita bisa menyewa kapal atau mengikuti tour dari Labuan Bajo.



16 Maret 2013 (13 days and 14 islands for the best 15th | Jakarta - Lombok - NTB - NTT - Bali)

Baru sampai langsung terpana sama pemandangannya. This is really pink! Flashback dulu dikit yes, blm lama ini abis ngeliat album foto di instagram yang jadul2 ternyata nemuin satu foto yang lumayan lupa kalo saya pernah posting sekitar 103weeks ago. Ternyata waktu jaman2 baru suka jalan2 pernah punya impian kesini, dan alhamdulillah tercapai heheheh lebay dikit gpp lah ya, maklumin aja namanya jg lg seneng..


Langsung tanpa ragu nyemplung ke laut dengan snorkle lengkap dengan fin, karena kata mas-masnya arusnya lumayan kenceng jadi kalo ga pake fin capek atau susah berenang ke tepi pantainya. Ya kalo males berenang tetep ada perahu kecil beserta mas-mas baik kita yang mau nganterin hehehe. Jadi saya berenang sama yang lain, Aritha naik perahu kayu kecil sama si mas baik sweet banget deh, soalnya sekalian dia bawain kamera2 kita. Saya sama Qori susah payah berenang ke tepi pantai dan bener aja emang susah, arusnya lumayan banget. Berapa kali berhenti buat istirahat karena capek (padahal jarak kapal sama tepi pantai ga gitu jauh tapi lumayan banget). Pas keasikan istirahat sambil liat-liat keindahan bawah lautnya, saya ngeliat sekeliling saya, kok si Qori hilang, padahal tadi ada di samping saya. Ngeri kenapa-kenapa, saya liat sekeliling dan cuma ada para bule2 dan perahu kayu Aritha. Langsung panik, bingung ini anak kemana ilangnya, masa ilang pas snorkling kan konyol, dan ternyata dia ada dibalik perahu kayu Aritha lagi pegangan, mau nebeng sampai tepi pantai karena capek hhhhmmmmm curang amat ga ngajak2 hiiissshhh

Sampai tepi pantai, mau foto di air terus lupa kamera underwaternya ketinggalan di kapal di sebrang sana HAH! Tadinya yaudahlah pake SLR aja foto di atas air aja gausah bawah air gpp, kan pasir pinknya di permukaan ini hahahaha Akhirnya main-main di pantai, foto-foto ala model ceritanya, berenang dipinggiran pantai, dan tergoda buat foto underwaternya. Ya jadi berjuang balik ke kapal lagi sendiri dan ngambil itu kamera, kesempatan ga boleh disia-siain yesssss...





(Pasir merah)



FYI yah, di sini ga ada yang jualan makanan atau minuman, jadi kalo mau makan di sini bisa bawa bekal sendiri, di sini terdapat saung kecil bisa buat santai-santai sambil istirahat. Tapi inget sampahnya jangan dibuang sembarangan yess! Boleh menikmati keindahannya tapi harus tetap juga menjaga keindahannya..


(siang-siang di pantai emang cola dingin paling pas deh, beruntung ada cooler box di kapal hehehe)

Sekitar jam 1 siang, kita balik ke kapal untuk lunch. Kali ini saya balik ke kapalnya ga berenang tapi naik perahu kayu dong berempat, jadi lumayan ga capek hahahahaha. Tapi ya namanya juga arusnya kenceng trus muatan perahu banyak, agak kesian si mas-mas kita ngedayungnya, jadi susah. Jadi ya kita bantuin ngedayung pake fin hihihihi


Selanjutnya, kita cuss ke Pulau Komodo....















You May Also Like

1 comments